Rabu, 23 September 2015

Mesir itu seperti apa sih ?

Beberapa hari lalu ada teman dari Jawa yang bertanya, Mesir itu seperti apa sih Ry? Pertanyaan sederhana yang membutuhkan jawaban panjang biasanya menarik untuk dijadikan tulisan. Jawabanku waktu itu, ya mesir itu tempat yang banyak syekh nya, padang pasir, gurun, banyak debu, banyak tempat bersejarah, negri para Nabi. Seharusnya aku menjawab lebih detail dan lengkap. Tapi jawabanku saat itu hanya sederhana saja, semoga ia puas.

Makam Sayyidina Hussain 


Negara Mesir terletak di Benua Afrika Utara, dekat dengan Sudan, Libya, Laut Merah, Jordania, Gaza, Syria, Yaman, U.A.E,  dan Saudi Arabia. Mesir memiliki sistem pertanian yang bagus, melanjutkan sistem pertanian yang dilakukan oleh Nabi Yusuf pada zaman beliau. Sungguh, Mesir itu terdiri dari penduduk nya yang suka tidur malam, kehidupan Mesir terdapat di Malam Hari bagi hampir seluruh rakyatnya. Dipagi hari Mesir sepi, Toko dan Swalayan buka agak siang, sekitar Jam 10-11 CLT. Semakin Malam, Orang orang Mesir semakin Ramai. Begitulah Mesir.

Penduduknya banyak berpakaian warna hitam, termasuk gadisnya. Meskipun ada juga yang berpakaian berwarna. Tapi yang jelas, warna hitam akan lebih sering terlihat dijalanan Mesir. Para Mufti cukup banyak disini, dan penduduk Mesir tentu saja berbahasa Arab. Di pasar, Jalanan, akan sering kita dengar Bahasa ‘Amiyah sedangkan Bahasa Fusha akan sering kita dengar dari para syekh dan para pendidik - terdidik lainnya. Apa beda bahasa ‘amiyah dan Fusha? Keduanya bahasa arab, hanya saja bahasa ‘amiyah hampir mirip dengan bahasa Amerika serikat, banyak Idiom atau singkatan singkatan yang sebenarnya berasal dari bahasa arab fusha. Namun disingkat oleh pengguna arab ‘amiyah..

Makanan orang mesir, Roti Aisy, Ful atau selai kacang, Tursyi artinya lalapan dengan rasa asem Asin yang terdiri dari wortel cabe zaitun dan lemon, salatoh atau sambal, Kusyari, Ruz bilbashol,  mereka tidak terlalu suka pedas, tetapi suka manis-manis dan Jus Buah. Mudah sekali mendapatkan Jus Buah di Mesir, dimana mana ada jual Jus. Alhamdulillah.

Para wanita Mesir memiliki fisik yang tangguh masyaAllah. Sebelum menulis ini, ketika Maghrib saya mendengar Wanita Mesir Mencongkel lalu mendobrak pintunya karna kuncinya ketinggalan didalam Rumah, sungguh tak semua Wanita bisa begitu, apalagi wanita Indonesia.

Rumah Masyarakat Mesir tergolong Unik, berkotak kotak dan bertingkat tingkat seperti Rumah Susun atau Rusun di Jakarta.. Dan, jangan heran jika banyak Sampah dimana mana hehehe, karna saya dulu terkaget dengan fenomena ini.  
  
Makam Sayyidina Hussain
Telah terjadi penurunan kualitas Umat Nabi Muhammad saw, dimana para Remaja Masyarakat Mesir berfoto foto dengan memakai tongkat untuk foto selfie bersama teman temannya dengan bibirberwarna yang dimaju mundurkan dan pakaian superketat, apakah karna kita terlalu mencintai dunia? Rabu, 2 Septembber 2015 di Makam Sayyidina Hussain. 



Selasa, 22 September 2015

Mesir dan Masyarakatnya

Mesir dan Masyarakatnya
Oleh: Ari Hayati Daud, A.Md,S.Sos.



Pertama kali tiba di Mesir saya terkaget dengan Bandaranya yang tidak terlalu bersih dan tertata baik seperti Bandara Internasional Kualanamu Medan yang digagas oleh pak Yusuf Kalla dan diresmikan oleh Pak Sby. Trolly yang ada tidak lagi terawat, hampir sama halnya dengan yang ada di Jakarta. Namun begitu, tetap saja ada rasa bahagia karna memasuki Negara Mesir untuk pertama kalinya. Selain itu, para Calo pengangkut barang atau The Porter dan Taksi Resmi juga Taksi Tidak Resmi datang dengan ramah menghampiri dan sedikit memaksa tentu saja. Sekali lagi, hampir sama dengan di Jakarta. Baik, Inilah Mesir dan Kehidupannya. Dari sini saya dapat melihat disatu sisi bagaimana keadaan Finansial Masyarakat Mesir Menengah kebawah.

Mesir adalah Negara Gurun Pasir yang hampir 80% Terdiri dari Pasir namun bisa ditumbuhi oleh Tanaman yang sebenarnya kita ketahui bahwa pada dasarnya Tetumbuhan selalu membutuhkan tanah untuk bertumbuh dan meng-akar, selain udara, hujan dan cahaya Matahari. Entah bagaimana, namun faktanya tumbuh tumbuhan bisa hidup subur di Negri Kinanah ini. Saya tidak tahu sebabnya, apakah karna janji Allah akan memberkahi kota ini selalu, atau faktor lain yang belum saya ketahui. Negri ini juga hampir tidak pernah disapa oleh Hujan. Jadi, Hujan adalah hal yang sifatnya keajaiban jika terjadi di Mesir. Sekali lagi, hal itu sangat Langka dan hampir tidak pernah. Dalam setahun bisa saja hanya sekali hujan turun atau mungkin tidak sama sekali. Disebabkan oleh kondisi lingkungan yang seperti itu, mereka benar benar bersyukur akan adanya Sungai Nil, dan berjuang bersama dalam menjaga dan melestarikan Sungai Nil, Warisan Nenek Moyang sekaligus Sumber Kehidupan mereka. Bagaimana dengan Indonesia ? Harusnya kita banyak bersyukur karna hujan sering turun bersamaan dengan datangnya musim kemarau di tahun 2015 ini. Padahal, Indonesia memiliki lebih banyak aliran sungai, tapi saya perhatikan bahwa Negara Mesir lebih mensyukuri keberadaan Nil nya dibandingkan Indonesia dengan ragam fauna dan flaura nya.

Sangat biasa bila kejadian kekeringan dan tidak ada air terjadi di Musim Panas Mesir, khususnya di daerah daerah pinggiran kota. Hal itu terjadi setiap tahun pada bulan Juli – Agustus. Pada waktu waktu tertentu, Pemerintah Mesir akan mengirimkan bantuan berupa Mobil Tank Besar yang berisi sekian kubik Liter Air untuk Masyarakatnya secara Gratis ke Daerah Daerah Sulit Air tersebut. Dan jangan heran Jikasuatu ketika mengunjungi  Mesir dan melihat beberapa penduduknya menyirami Aspal dan tanah yang merupakan pasir didaerah dekat tempat tinggal mereka setiap pagi, siang ataupun sore, itu merupakan hal yang biasa terjadi agar mengurangi debu yang bertebaran di Mesir.

Penduduk Mesir terbagi dari dua Kategori, Berakhlak sangat Mulia dan itu biasanya dimiliki oleh orang orang berilmu, dekat dengan Allah yaitu syekh, atau Berakhlak sangat Buruk bagai Hewan, hal ini biasanya anak remaja yang belum dididik dengan baik atau karna faktor lingkungan yang keras dan bukan dari golongan orang yang mendekat kepada Cahaya Allah, Wallahua’lam. Namun, seperti itulah yang saya lihat dan perhatikan.

Pernah suatu ketika saya dan suami akan naik Tramco di daerah Suq zalzil, ada seorang bapak berusia sepuh dengan tongkat ditangannya terburu buru pindah ke bangku belakang. Saya kaget sekaligus takjub dan haru. Bagaimana bisa seorang yang berumur sepuh seperti beliau, mempersilahkan kami pasangan suami istri yang masih muda untuk duduk berdua, dibangku dimana beliau duduki. Sungguh Indah Akhlak beliau, dan semoga Allah memberikan beliau tempat terbaik di Akhirat dengan cara meninggal yang sangat menyenangkan. Lain halnya dengan kejadian saya ketika Hamil diusia 2 bulan lebih 2 minggu, ketika dalam perjalanan pulang dari Masjid x dengan Tramco, Pemuda Mesir dengan bahagianya melemparkan petasan kedalam mobil yang kami tumpangi lalu pergi dengan tertawa, yang mengakibatkan dua hari setelahnya saya keguguran. Jelas sekali perbedaan nya.

Makanan Mesir pada umumnya adalah Roti Aisy, Ful, Asinan, dan mereka juga sangat menyukai yang manis-manis. Mesir tidak terlalu menyukai Rasa Pedas. Buah-Buahan sangat mudah didapatkan di Mesir, dengan harga yang sangat murah jika dibandingkan di Indonesia. Buah-Buahan yang ada di Mesir antara lain, Misymis, Labu, Anggur Hijau, Anggur Merah, Pisang, Cherry, Buah Tin, Zaitun, dan masih banyak lagi.

Cara Berpakaian Masyarakat Mesir untuk Wanita nya hampir sama, mereka cenderung suka menggunakan Pakaian berwarna Hitam dengan jilbab yang diputar putar seperti dililit kekepala secara sederhana dengan aksesoris biasa yaitu jarum pentul kecil yang bahkan tidak terlalu terlihat, bahkan ada beberapa dari mereka yang tidak memakai jarum pentul tersebut. Praktis dan sederhana. Ada beberapa dari Wanita Mesir yang berpakaian berwarna, namun itu hanya sekitar 30-40% saja, karna yang lainnya lebih memilih memakai pakaian berwarna hitam. Baik itu Remaja maupun orang Dewasa. Mungkin karna Debu di Mesir yang begitu banyak.

Cara Berpakaian Masyarakat Mesir untuk para Pria nya hampir sama dengan kebanyakan Masyarakat umum diluar Negara islam, mereka memakai kaos atau kemeja dan jas dengan celana Jeans dari berbagai jenis bahan dan bentuk. Hal ini berlaku bagi para Remaja dan juga Orang Dewasa. Lain halnya dengan para syaikh, mereka terlihat lebih sering memakai Jubah dan Gamis Laki-Laki.

Rumah Di Mesir pada umumnya berbentuk sama saja, Tanpa Disain yang menarik. Rumah Mesir terbentuk Kotak-Kotak Seperti Rumah Susun Di Jakarta. Jika ada Rumah di Kawasan Elite, perbedaannya hanya di lingkungan yang bersih dan tidak kumuh, berukuran Luas, Aliran air yang khusus sehingga tidak pernah kekurangan air, Fasilitas isi rumah dan Jendela juga Balkon yang berbeda dengan sedikit ukiran yang membuat terlihat Mewah, lain dari rumah pada Umumnya. Untuk Warna, Mayoritas Rumah di Mesir berwarna sama, Berdinding Coklat dan Krem. Jika ada yang berbeda, itu hanya sekitar 10% saja.

Hal lain yang membuat saya terkaget ketika sampai di Mesir adalah Pengelolaan sampah di Mesir yang belum terkelola dengan baik.  Dimana mana terlihat sampah, aroma kurang menyenangkan berbaur dengan aroma lain yang segar. Lalat bertebaran dengan bebas dan bersuka cita seakan sedang bersenang senang menikmati kehidupan. Sungguh, terkadang saya jadi berfikir, “Bagaimana mungkin di Negara Islam yang banyak syekhnya dan tentu saja masyarakatnya mempelajari Fiqih, yang juga berisi hal yang berkaitan tentang kebersihan tidak memiliki kebersihan yang cukup baik?”  

Bahwa hal yang paling menarik dari Mesir adalah Sejarahnya, dan yang paling membahagiakan di Mesir ini jika Mulazamah dengan para Masyayikh, sedangkan hal yang paling mudah didapatkan di Mesir adalah Jus Buah-Buahan dan berbagai macam jenis Buah-Buahan dengan harga relatif murah.

 
Kebiasaan Masyarakat Mesir yang sudah Mahsyur adalah membuang sampah di Tengah Jalan Raya untuk kemudian diambil oleh Mobil Pembuangan Sampah ke Tempat Khusus.


Mesir memiliki situs dan kuburan para ulama yang cukup banyak, diantaranya Sayyidina Hussain, sayyidah aisyah, sayyidah Nafisah, Imam Syafii, dst. 

Makam Imam Syafi'i

Pendidikan

PENDIDIKAN

1.       Vietnam mengalokasikan hampir 21% dana pemerintahnya untuk membiayai Pendidikan Masyarakatnya, seperti yang saya baca dari bbc.

2.       Komunikasi Pendidikan dalam Quran sebagaimana Luqman mengajari anaknya, laa tusyrik billah
3.       Pemerintah Indonesia yang masyarakatnya mayoritas islam tidak mampu memberikan investasi dana pendidikan sedangkan kita tau kemampuan baca tulis adalah yang paling dasar untuk mensejahterahkan suatu masyarakat.

4.       Apakah Indonesia harus berkiblat, merujuk dan mencontoh Negara dengan tingkat pendidikan terbaik seperti singapura dan jepang untuk memperbaiki system kurikulum, komitmen pendidikan, dan investasi terhadap guru, sedangkan kita memiliki kitab suci Quran yang disitu tertulis bagaimana Luqman mendidik anaknya dalam segala nasihat dan dorongan untuk terus berfikir dan merasa ? Jika singapura memikili 5 jenjang pendidikan bagi anak anaknya dan mengawali pendidikan pada Kindergarten school atau TK, islam sendiri menyebutkan bahwa hak anak adalah berawal dari memilih “Sperma Terbaik” dengan kata lain “sekufu keimanannya dan bukan sekufu dalam harta yg sifatnya sementara” Bukankah lebih sempurna Pendidikan dalam Islam ?

5.       Apakah tidak ada pendidikan bahasa daerah sebagai bahasa wajib menjadikan masyarakat indonesia sulit bersatu ?

6.       Singapura memiliki banyak dukungan fasilitas pendidikan bagi anak anaknya terkhusus Fasilitas Pemakaian Internet dengan Bebas, jauh berbeda dengan Indonesia. Juga tiap sekolah memiliki web sekolah yang aktif untuk menghubungkan komunikasi antara guru orangtua dan murid. Menyenangkan, menghemat waktu tenaga dan memudahkan ya.  Pemerintah singapura juga mengangkat anak muda berkualitas untuk menjadi mentri pendidikan. Singapura juga bekerjasama dengan Universitas negri tetangga seperti eropa untuk meningkatkan pendidikan mereka, untuk ini, di Indonesia saya hanya bisa melihat hal ini di UI, UGM, Trisakti saja

7.       Ada 464 dosen UI yang melakukan riset dan mengajar di universitas mitra UI di negara lain. Bisakah untuk diminta Negara Indonesia untuk mengajar TK ? Bukan untuk merendahkan derajat para Professor tersebut, namun untuk mencerdaskan penduduk Indonesia. Bagaimanapun, Indonesia merindukan Kader – kader yang luarbiasa tangguh. Dan seorang pendidik juga membutuhkan kesejahteraan, tentu saja.


Refrensi (Daftar Pustaka dalam mendukung penulisan ini)

5.       http://www.dw.de/tu-ilmenau-buka-universitas-di-indonesia/a-17492202

Komunikasi Dalam Al Qur'an

Tanggal 12 Juni 2015 M, tepatnya 25 sya’ban 1436 H
Sengaja ibu menuliskan tanggalan Hijriah selain Masehi, karna ibu khawatir jikalau di masa depan, Keturunan Nabi Muhammad saw tidak lagi mengetahui apa itu Tahun Hijriah. Mungkin itu akan menjadi tugas kalian selanjutnya, Wallahua’lam.

Nak, sekarang hari jumat Alhamdulillah. Semoga mendatangkan banyak keberkahan pada umat nabi Muhammad saw.  Dan semoga bisa disyukuri segala keberkahan itu dengan keluasan wawasan dan pandangan keislaman, Amin ya rasyid.

Setelah membaca surah Ar’rad di minggu lalu, lalu membaca lagi di minggu ini, ibu selalu tertegun pada ayat ke 8 yang isinya tentang Allah lebih Mengetahui apa yang ada didalam Rahim, apa yang kurang sempurna darinya dan apa yang bertambah. Allahuakbar.. washobrun jamiil..

Berbicara tentang kesabaran,  prediksi hptl kamu yang sedang mengalami masa pertumbuhan dalam rahim ibu pada minggu ke 8 saat ini insyaAllah, dan biasanya bisa dilihat perkembanganmu melalui usg, tapi kenyataannya saat ini tidak. Ibu, ayah dan duktur tidak bisa melihat perkembanganmu.

Jadi, akan diadakan upaya tes darah untuk memeriksa kuantitas keberadaanmu dalam rahim ibu nak. Semoga menemukan gambaran yang lebih baik dan detail dari usaha ini ya. Amiin.

Hari ini, mata ibu tertegun oleh percakapan antara Malaikat Jibril dan Maryam, seakan telinga benar benar mendengar jawaban beliau secara langsung dan memasuki hati ibu ……

“Inni audzu min rahmani minka in kunta taqiyya..” ucap maryam kepada seseorang yang muncul dihadapannya dalam sosok manusia yang sempurna. Kamu tau nak, apa makna dari ucapan ini? Jika diartikan dalam bahasa Indonesia,  kalimat ini ber-arti: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah yang maha Pemurah terhadapmu, jika kamu termasuk hamba yang bertaqwa.” Indah ya? Tak ada yang dapat menandingi keindahan Ayat-Ayat AL Qur’an. Karna Al Qur’an bukan perkataan manusia, namun perkataan Allah Swt.

Ibu ingin tau, jika umurmu sudah mencapai 10 tahun ketika membaca ini, bagaimana kamu memaknai kalimat indah ini dalam persepsi pemahaman seusiamu, wahai buah hatiku.. Tolong beritahu ibu ya, boleh secara langsung atau melalui tulisan. Atau mungkin kedua nya. Ibu Menunggu Jawabanmu beberapa tahun lagi, jika Allah menghendaki ini terjadi.

22 september 2015

Tapi ternyata kamu sudah tidak ada.. dan kami belum shalat ghaib untukmu. Semoga nanti, segera, secepatnya ya nak. Dan semoga dirimu benar benar menjadi tabungan kami di akhirat nanti. Senang bisa bersama dengan mu selama beberapa bulan sayang . . . 

Minggu, 20 September 2015

Brunei Syabab

Jum’at Kairo, 8 Mei 2015

BRUNEI SYABAB

Sambil nunggu suami Mengajar Pemuda-Pemuda Brunai secara Pribadi di Flat mereka, Ane baca-baca Kamus Bahasa inggris supaya gak Kosong bengong. Ngantuk sebenarnya, selain karna udah malam ditambah lagi diruangan ini ada kipas angin yang menimbulkan suara dan udara sepoi untuk tidur. Ah memang dasar lagi sering tidur juga sih. 

Bosan baca, segera gadget yang harus dipegang, terlihat  foto Profile Whats App saudara sepupu cewe yg di Jakarta. Mengenakan Baju Warna Pink, Rok Panjang dan blazer, yg semuanya serba pink. Hmm.. lumayan bagus sih, rapi

Karna Melihat ini, jadi terfikir: “Apakah fisik yang dengan sungguh-sungguh kita hias akan benar-benar bermanfaat didunia dan akhirat ?” Kalau dunia sih udah pasti tampilan fisik sangat bermanfaat, di akhirat bagaimana ? “Apakah menghias fisik lebih baik daripada menghias batin dengan kemurnian hati dan otak dengan ilmu yang dapat membahagiakan di dunia dan Akhirat ?”

Rasanya pertanyaan ini tidak perlu kita jawab, karna kita sudah sama-sama tau tentang kewajiban mencari ilmu bagi umat Muslim. Jika kewajiban ini diabaikan, maka tidak heran jika kekacauan yang bermakna fitnah telah terjadi dimana-mana dengan merata, termasuk di Negara-negara Islam.

Ada sekitar Sembilan Orang Pemuda Brunai (Syabab) yang diajar suamiku dimulai dari jam Sembilan malam sampai sekarang sudah jam 20:13 CLT. Melihat mereka ana berfikir, “Ilmu tidak akan bisa dibeli dengan uang, karna ilmu itu cahaya.” Apakah cahaya keyakinan serta petunjuk dapat kita bandingkan dengan cahaya senter, lampu neon, lilin? Tentu tidak sama, namun dapat diperumpamakan begitu karna hal ini bermakna, jika seorang beriman dengan keyakinan yang kuat, hatinya akan selalu hiudp serta bersinar, mata hatinya dapat melihat ke segala penjuru dengan jelas. Hal  itu dapat memudahkannya berjalan di sirathal mustaqim – semoga.

“Mafhum tidak?” Terdengar suara suamiku bertanya kepada muridnya, tidak ada suara yang menjawab pertanyaan sederhana dan umum itu, mungkin mereka mengantuk atau tidak paham tapi malu atau malah kebingungan sudah sampai dimana. Kulihat pemuda berbaju merah sedang memegang pinggang kirinya sambil  melihat buku teman di sebelah kirinya.

Sementara suamiku sibuk dengan hidungnya yang sepertinya sedang flu. Begitulah, semua sibuk dengan permasalahannya masing-masing. Sang Guru Fokus pada Materi Pelajaran dan Hidung nya yang sepertinya sedang kedinginan karna angin Musim Dingin, sementara muridnya sibuk dengan berusaha memahami apa yang disampaikan sang Guru.

Karna perbedaan adalah rahmat,
merugilah  yg tidak mencoba menambah ilmu sambil mengenal banyak wajah dunia serta para ahli akhirat


Jumat, 18 September 2015

Makna sebuah Pernikahan
Menjadikan cinta itu Halal
Proses menuju pernikahan insyaAllah akan dialami, sedang dialami dan sudah dialami oleh semua orang. 

Begitupun pernikahan kami, telah melewati rangkaian cerita yang sulit untuk diceritakan kembali.

Semua yang telah menikah tau, bahwa ada beragam cerita menarik sebelum pernikahan itu terjadi, dan itu sulit untuk diceritakan kepada yang belum menikah. Karna akan mengalami sendiri, maka silahkan nikmati sendiri proses itu.

Untuk kami sendiri, setelah pertemuan kami yang tidak disengaja, adalah hal yang tidak pernah diperkirakan bahwa kami akan menjadi suami istri dimasa yang akan datang. Dikarnakan tidak ada perasaan ke arah sana. Kehendak Allah tak dapat ditolak dan rencana Allah tak dapat diperkirakan. Semua terjadi begitu saja, bahkan tak disangka.

Tulisan ini ditulis untuk memudahkan para pemuda pemudi yang ingin, sedang, berencana, untuk menikah. Semoga dengan adanya tulisan ini, memudahkan, menambah keyakinan untuk membuat keputusan "ya" atau "tidak" dalam hal yang sedang dihadapi. 

Kita sebagai manusia memiliki logika untuk berfikir, dan Hati untuk merasakan. apa dan bagaimana yang tepat, seperti apa bagaimana yang cocok. Namun segala pilihan dan kerumitan itu hanya bersifat sementara, karna pada pilihan pilihan dan perasaan perasaan yang dihadirkan Allah hanya untuk mengarahkan kita pada kehendakNya. Suka atau tidak suka, itulah takdir kita. 

Istikhoroh sungguh sangat berguna dan keteguhan keimanan sangat membentengi diri dari hal hal yang sifatnya semu. Mungkin ini saja dulu, semoga bermanfaat.

selamat mengikuti segala petunjuk yang diberikan Allah swt.

Sabtu, 19 Juli 2014

Angkutan Umum & Kebijaksanaan Asuransi

Menggunakan Angkutan Umum memang bukan hal yang menyenangkan bagi wanita.
Di Jakarta, biaya Busway yang relatif murah dgn fasilitas yang cukup nyaman dan aman tersebut karna terkordinir dan terawat dgn baik oleh Pemerintah Indonesia & staf nya, tetap juga rawan kecelakaan jika penumpang dan calon penumpang tidak mampu mengendalikan diri yang bisa menyebabkan kesedihan bagi sang pengemudi yg sdg khilaf or apes krn jarang doa agar terhindar dari takdir buruk ( i dunno).

Saya pernah menjadi saksi karna-dgn izin Allah-menyaksikan seorang gadis yang "nekat" masuk kedalam busway yang sudah akan menutup pintu dan bergerak melaju dgn kecepatan yg tentu saja tinggi.
Apa mau dikata, kaki yg digunakan melompat kdlm busway yg sudah tertutup sambil melaju itu terjepit, dan ia bereriak minta tolong. Secara refleks saya menolong dgn menarik tangan si gadis yg melambai meminta pertolongan.

Ufh, sambil menarik tangan si gadis, saya celingukan minta tlg agar busway diberhentikan, tapi, kebanyakan manusia tdk byk yg refleks igin membanu, mereka hanya berpandang pandangan dan memandangi tingkah saya dgn mata yg seolah berkata: "Penting gitu buat gw nolongin, ntar gw yg dituduh macem macem lagi!!" Atau "Duh, tolong ga ya, gmn caranya ya." Dan asumsi lain sebagaimana pengalaman saya ditempat yg lain ttg kecelakaan dan tipisnya refleks serta kepedulian masyarakat Indonesia, terkhusus di kota besar. Sampai akhirnya, alhamdulillah petugas busway ada yg melihat dan sigap menelfon supir busway yg telah bergerak. Sementara saya, memang sudah dgn terpaksa melepaskan tangan anak gadis yg setelah saya bawa ke rumah sakit bercerita bahwa dirinya ternyata "memang sedang linglung"

inti hikmah nya:
1. Asuransi terbaik memang hanya dari Allah saja. Karna, dlm keadaan pusing menghadapi Tugas akhir, anak tersebut menelfon saya lagi sambil menangis karna ternyata pihak penanggung jawab asuransi Busway tdk mau bertanggung jawab disebabkan masalah tersebut terjadi atas kelalaian si calon penumpang. Duh ya rabb, iya sih, tapi rela bagi bagi? Eh maksud saya, iya sih, tapi ya beri kebijaksanaan yg berarti dong, apa guna bayar asuransi tiap beli tiket busway, pak? Minimal bayar tiket taksi saya gitu karna udah nganterin dia? Untung saya ga minta jg kan? Udah bersyukur blom gw ga minta kompensasi, bos ?

2. Calon penumpang, harap fokus dan jangan melamun ketika dlm berjalan dgn menggunakan angkutan umum-apapun itu, dimanapun itu. Berdzikir dibutuhkan, sikap berhati hati sangat membantu.

3. Kalo naik taksi, busway saya sering catet or inget2 nomor plat nya, tanda pengenal supir, dll. Buat aman aman aja, siapa tau barang belanjaan kita ketinggalan kan bisa nelfon buat ngelapor dgn jelas, jadi yg bisa membantu tau bagaimana membantunya.

4. Ketika sudah membuat keputusan dari banyaknya pertimbangan dan pilihan, berusahalah utk lebih tegas, sigap melangkah. Jangan sampai badan melompat masuk, tapi fikiran, hari masih di shelter busway. Kan ga singkron. Sehingga kita lebih tau, langkah apa yg lebih "tepat" dan mencegah "kemungkinan - kemungkinan yang kurang siap utk kita dihadapi."

5. Kalo pulang malem, sendirian, dan harus melewati tempat yang rawan, saya biasa juga bawa benda benda yg bisa digunakan utk membela diri untuk digunakan disaat genting, terpaksa, dst.

6. Budaya bantu membantu itu penting dan sangat membahagiakan jika dilestarikan. Budaya individualis, skeptic dapat mencerai beraikan. Kawan, i love you, you love me ga yah ? :D

Sekian, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Turut berduka dan semoga dimudahkan urusan akhirat saudara seiman yg meninggal di Mesir, konsulat Padang.


Senin, 09 Juni 2014

Pembangunan Demokrasi

Pembangunan Demokrasi: Pemerintahan yang bersih dan kepastian Hukum  

Untuk saat ini, yang saya ketahui bahwa Demokrasi terbagi tiga jenis yaitu Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Liberal dan Demokrasi Pancasila. Dan Indonesia saat ini mengarah kembali pada penghidupan Pancasila. Seperti yang diketahui banyak pihak bahwa pada prakteknya Demokrasi di Indonesia dalam beberapa tahun ini bercampur dengan demokrasi liberal dan Terpimpin atau disebut juga otokrasi.  

Banyak pula hal yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan dalam pelaksanaan pancasila di Indonesia. Salah satunya adalah Hukum yang belum kuat di indonesia. Sedangkan, kuatnya intervensi pihak asing di Indonesia yang juga jarang ditindak dengan tegas bahkan hampir tidak pernah sama sekali telah menurunkan citra bangsa Ini.

Pihak kuat yang ada di Indonesia adalah Pihak Asing dalam mengintervensi bangsa Indonesia.   Intervensi atau campur tangan (ikut campur) dalam filsafat barat bermakna kebaikan, sedangkan dalam filsafat islam bermakna dzanbun kabir atau dosa besar.

Dan kenapa bisa seperti itu, bukankah manusia pada hakikatnya harus saling tolong menolong ? Dan jika ikut campur dalam membantu pihak yang lemah dapat mensejahterakan dan membahagiakan pihak tersebut kenapa lantas menjadi berdosa atau terlarang? Begini, untuk membangun bangsa ini menjadi kuat seharusnya menghindari campur tangan bangsa asing meski hanya 0,1% apalagi jika harus dicampuri 99% sebagaimana yag telah terjadi, apalagi jika harus ketergantungan pada modal yang dipinjamkan pihak asing.

Sehingga, pada prakteknya, campur tangan bangsa asing di Indonesia telah merusak sistem dan tatanan moral juga kepribadian dan intgritas Bangsa Indonesia.   Berbicara mengenai Hukum. Hukum yang Pasti Jelas dan Tegas adalah Hukum Islam. Lalu kenapa kita tidak berbicara tindakan RUU untuk KPK dan berbagai sektor lainnya.

Sebagaimana informasi yang diberitahukan hari ini bahwa Pak Jero Wacik diperiksa oleh KPK atas tuduhan kasus Migas. Tentu saja hal ini harus melibatkan banyak pihak dalam membongkar ini. Semua akan terkena cipratan api neraka, karna secara langsung dan tidak langsung manusia telah terlupa menerapkan Hukum islam yang itu berarti membiarkan tugas amar maruf nahi munkar terbengkalai.

Jadi, tentu saja kita harus siap dengan segala konsekuensi nya bukan ?   Jika tidak dilakukan penegasan Hukum Islam, maka bersiaplah merasakan neraka dunia dan neraka akhirat. Nah, untuk hukum islam itu sendiri, saya bukan pakar nya, karna saya cuma anak Sospol - Komunikasi. Dan tugas saya hanyalah menyampaikan (mengkomunikasikan) yang perlu saya sampaikan saja.

Semua dapat bersuara dan dapat mengeluarkan ilmu yang dititipkan Allah dengan berusaha bijak, tentu saja. Namun, pemikiran sederhana saya, selain ditindak dengan hukuman, para koruptor (semua orang berpotensi untuk korupsi tentu saja, termasuk saya sendiri; Naudzubillah) tersebut harus bertanggung jawab didunia sebelum diakhirat nanti akan ditanya, dengan cara:

Berhenti berbelit belit dan mengakui dengan berjiwa besar. Meminta maaf kepada segenap masyarakat indonesia.
Mengganti uang rakyat dengan mencicil, melalui cara apa saja baik itu dengan harta bergerak harta tidak bergerak atau dengan potensi diri dan potensi relasi yang ikut mencicipi kekayaan yang sebenarnya menjadi HAK banyak pihak.
Menyatakan dengan detail Kronologis kejadian dan disiarkan dengan benar kepada Masyarakat tanpa dituup tutupi.
Dan hal hal lain yang bisa kita diskusikan bersama sebagai Negara Demokrasi.
Semoga Allah mengharamkan tubuh kita dari api neraka dan
Terimakasih telah membaca tulisan belum maksimal ini. Wallahu'alam bisshawab.

Pembangunan Demokrasi

Pembangunan Demokrasi: Pemerintahan yang bersih dan kepastian Hukum  

Untuk saat ini, yang saya ketahui bahwa Demokrasi terbagi tiga jenis yaitu Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Liberal dan Demokrasi Pancasila. Dan Indonesia saat ini mengarah kembali pada penghidupan Pancasila. Seperti yang diketahui banyak pihak bahwa pada prakteknya Demokrasi di Indonesia dalam beberapa tahun ini bercampur dengan demokrasi liberal dan Terpimpin atau disebut juga otokrasi.  

Banyak pula hal yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan dalam pelaksanaan pancasila di Indonesia. Salah satunya adalah Hukum yang belum kuat di indonesia. Sedangkan, kuatnya intervensi pihak asing di Indonesia yang juga jarang ditindak dengan tegas bahkan hampir tidak pernah sama sekali telah menurunkan citra bangsa Ini.

Pihak kuat yang ada di Indonesia adalah Pihak Asing dalam mengintervensi bangsa Indonesia.   Intervensi atau campur tangan (ikut campur) dalam filsafat barat bermakna kebaikan, sedangkan dalam filsafat islam bermakna dzanbun kabir atau dosa besar.

Dan kenapa bisa seperti itu, bukankah manusia pada hakikatnya harus saling tolong menolong ? Dan jika ikut campur dalam membantu pihak yang lemah dapat mensejahterakan dan membahagiakan pihak tersebut kenapa lantas menjadi berdosa atau terlarang? Begini, untuk membangun bangsa ini menjadi kuat seharusnya menghindari campur tangan bangsa asing meski hanya 0,1% apalagi jika harus dicampuri 99% sebagaimana yag telah terjadi, apalagi jika harus ketergantungan pada modal yang dipinjamkan pihak asing.

Sehingga, pada prakteknya, campur tangan bangsa asing di Indonesia telah merusak sistem dan tatanan moral juga kepribadian dan intgritas Bangsa Indonesia.   Berbicara mengenai Hukum. Hukum yang Pasti Jelas dan Tegas adalah Hukum Islam. Lalu kenapa kita tidak berbicara tindakan RUU untuk KPK dan berbagai sektor lainnya.

Sebagaimana informasi yang diberitahukan hari ini bahwa Pak Jero Wacik diperiksa oleh KPK atas tuduhan kasus Migas. Tentu saja hal ini harus melibatkan banyak pihak dalam membongkar ini. Semua akan terkena cipratan api neraka, karna secara langsung dan tidak langsung manusia telah terlupa menerapkan Hukum islam yang itu berarti membiarkan tugas amar maruf nahi munkar terbengkalai.

Jadi, tentu saja kita harus siap dengan segala konsekuensi nya bukan ?   Jika tidak dilakukan penegasan Hukum Islam, maka bersiaplah merasakan neraka dunia dan neraka akhirat. Nah, untuk hukum islam itu sendiri, saya bukan pakar nya, karna saya cuma anak Sospol - Komunikasi. Dan tugas saya hanyalah menyampaikan (mengkomunikasikan) yang perlu saya sampaikan saja.

Semua dapat bersuara dan dapat mengeluarkan ilmu yang dititipkan Allah dengan berusaha bijak, tentu saja. Namun, pemikiran sederhana saya, selain ditindak dengan hukuman, para koruptor (semua orang berpotensi untuk korupsi tentu saja, termasuk saya sendiri; Naudzubillah) tersebut harus bertanggung jawab didunia sebelum diakhirat nanti akan ditanya, dengan cara:

Berhenti berbelit belit dan mengakui dengan berjiwa besar. Meminta maaf kepada segenap masyarakat indonesia.
Mengganti uang rakyat dengan mencicil, melalui cara apa saja baik itu dengan harta bergerak harta tidak bergerak atau dengan potensi diri dan potensi relasi yang ikut mencicipi kekayaan yang sebenarnya menjadi HAK banyak pihak.
Menyatakan dengan detail Kronologis kejadian dan disiarkan dengan benar kepada Masyarakat tanpa dituup tutupi.
Dan hal hal lain yang bisa kita diskusikan bersama sebagai Negara Demokrasi.
Semoga Allah mengharamkan tubuh kita dari api neraka dan
Terimakasih telah membaca tulisan belum maksimal ini. Wallahu'alam bisshawab.

Minggu, 23 Maret 2014

Komunikasi Massa, Kesehatan dan Kepekaan Emosional

Sehari yang lalu, sehabis mengikuti seminar tentang kesehatan ada banyak catatan dan inspirasi yang ingin kutulis. Tapi, sepertinya masih banyak hal-hal lain yang harus diprioritaskan dibanding harus berbagi tanpa komunikasi interaktif seperti blog ku yang memang tidak ku komersilkan dan dengan bentuk yang sangat sederhana sekali. 

Tetapi, meski belum sempat menulis dan berbagi hal hal seputar dunia kesehatan yang telah kudapat, hari ini pun setelah sedikit menulis tugas wajib ku ada hal yang tampaknya harus kutulis dan tak boleh tertunda. Dalam keadaan konsentrasi menulis tugas yang kunikmati, ada sesuatu yg menyebabkan aku terpaksa harus (mau meski tak ingin) melangkahkan kaki kesuatu ruangan yang memang tersedia buku lama ku disana. 

Merasa khawatir membuang waktu meski sedetik saja, kuperiksa isi lemari dikamar yang dulunya kamarku ini, meski otak dan hatiku sedang tidak ingin membaca. Jadi manfaat keberadaan sekunderku ditempat ini hanya kunjungan inspeksi saja, pemeriksaan. tujuan utama nya menjaga bayi seseorang. setelah mengambil satu buku lama berjudul "Melejitkan Kepekaan Emosional" yang pernah kubeli sewaktu bersekolah di Gontor dulu, badan kurebahkan sambil melihat sekilas ke arah bayi yang tidur nyenyak. 

setelah itu, kucoba memaksa diri menikmati tontonan televisi yang sebenarnya aku sedang tidak ingin dan tidak bisa menonton karna sudah pukul dua belas malam sedangkan laptop menungguku dengan manis diruangan lain dengan program word dan materi-materi yang menungguku dengan senyumannya. 

Acara Televisi yang ada saat itu (sepertinya pemilik kamar ini sedang menonton acara ini tanpa dimatikan dulu sebelum pergi) berjudul "Nowhere To Run" rasanya geli membaca judulnya dan ingin segera pergi dari ruangan ini, tetapi tetap kupaksakan diri untuk menonton hal-hal dengan cara lebih baik, yaitu "menonton"

Hasil Korelasi antara "tontonan beberapa adegan di film tersebut" dan "buku lama dengan perasaan baru yang hinggap, meski belum ada waktu luang untuk membacanya lagi yaitu kepekaan emosional" adalah (intro dulu dah):
dari dulu aku memang sangat tertarik dengan kecerdasan emosional bangsa Eropa. Itu makanya, dari sd sampai smp aku rela tidur larut malam hanya untuk menonton film mereka. Yang kutonton adalah cara mereka menyikapi kehidupan sehingga pemikiranku dari dulu adalah anak yang dewasa lebih cepat melebihi umurku seharusnya. kelebihan dapat menjadi kekurangan dan kekurangan dapat menjadi kelebihan. dengan bersyukur, kekurangan dapat menjadi kelebihan dan kelebihan tetap menjadi kelebihan yang dititipkanNya untuk kemaslahatan bersama.

Kini kusadari, kenapa banyak orang mendoakanku tinggal diluar negri dan merasa aku lebih baik tinggal diluar negri daripada di Indonesia, meski kurasa tidak. Anehnya, kenapa aku baru mengingat dan menyadari lagi setelah sekian lama kuketahui, kunikmati dan kugunakan secara sadar dan tidak sadar kelebihan yang dititipkan Allah padaku? mungkin karna aku berusaha melupakannya, mungkin karna aku ingin menjadi biasa biasa saja. 

Akan kubagi beberapa adegan di film nowhere to run. 
karna memang aku hanya menonton sedikit saja.
adegan 01: Seorang wanita yang memiliki tanah gandum yang banyak, didatangi pedagang besar untuk menjual tanahnya secara halus namun memaksa, melalui dialoq yang cukup menekan dan menyudutkan.
adegan 02: sepupu laki laki si cewek, berusara ketika cewek tersebut membukakan pintu bagi si calon pembeli yang memaksanya dengan ramah.

adegan 001: tengah malam si sepupu cewe kaya tersebut dibangunkan anak laki laki (entah siapa) memberitahu gudang gandum tetangga nya terbakar. (terlihat, api yang begitu besar)
adegan 002: laki laki tersebut menerobos kedalam lautan api menyelamatkan suami dari tetangganya. 
adegan 003: terlihat tanki minyak sudah dijilati api, lalu POV beralih ke alat yang bisa digunakan untuk memadamkan api yang besar. hingga akhirnya ia berhasil memadamkan api besar tanpa bantuan pemadam kebakaran setidaknya sedikit. 

pelajaran moral:
kecerdasan emosional besar kaitannya dengan kecerdasan spiritual. 
disaat banyak tuntutan dihadapi, diperlukan kecerdasan emosional yang terlatih dengan baik agar dapat melihat solusi, lalu memanfaatkannya untuk kemaslahatan masyarakat luas. 
sekian, maaf ga terlalu rapi dan detail menuliskannya, udah malam, mau rehat. besok masih mau lanjut ngerjain tugas lagi. daaaqq.... semoga manfaat.  


Kamis, 13 Maret 2014

Tingkatan Membaca dan Metode Penyaringan Informasi


Hari ini kerjaanku Cuma makan, jalan, makan, baca sebaris, jalan, beli sepatu, beli cd, makan, jalan, ngobrol. Ngikutin alur jadwal orang lain aja pokoknya. Jadwalku baru sore sampe malam bisa dikerjain. ya alhamdulillah sih meski ga fokus disyukuri aja. sedikit yang berarti, semoga. Dan cobalah, belum maksimal belajar malah akhirnya tergerak buat nulis di blog.

Dalam perjalanan nemenin ibu tadi kami naik becak. sebagai anak mantan komunikasi dan sedang melanjutkan program studi komunikasi saya berusaha berkomunikasi dengan bapak yang mengendarai becak kami. Sebenernya, aku dalam keadaan malas berkomunikasi, seperti biasa, sebenernya lebih suka diam aja. menikmati semilir angin menyapa sambil melihat jalanan. Biasanya dari situ banyak sekali inspirasi yang datang, jika sedang fit dan mood khususnya. 

Tapi aku merasa berkewajiban untuk memaksa diri mengobrol dengan bapak ini, hingga dari yang awalnya si bapak menjawab ala kadarnya sampai cerita tentang kesulitan yang dihadapinya dalam mengatasi anaknya yang sedang 'malas bekerja' dan malah sibuk dengan hp nya seharian. Berbagai solusi coba kuberi ke bapak yang kelihatan putus asa ngadepin si anak pertama yang seharusnya menjadi teladan bagi adik-adiknya. 

Karena ngobrol didalam becak dengan kondisi dalam perjalanan dijalan raya,tentunya suara bising mengalahkan suara lemahku. Aku berusaha mencondongkan diri supaya gak perlu teriak (karna tenggorokanku selalu sakit kalo teriak teriak, meskipun punya bakat untuk ini) dan alhamdulillah si bapak juga memperhatikan dan mendengarkan apa yg coba kusampaikan ditengah hambatan komunikasi kami bertiga bersama ibu, alias berisik. 

Ketika hampir sampai tujuan, wajah si bapak terlihat lebih cerah dan lega. Ditengah tengah obrolan pun beliau menyampaikan ketersyukuran dengan wajah berbinar binar "iya, memang itu yang susah untuk saya lakukan.." dan seterusnya.

Aku merasa senang melihat si bapak senang namun disatu sisi malu juga karna jarang bersosialisasi seperti dulu. Tapi bukan hanya bersosialisasi yang jarang kulakukan 1-2 tahun terakhir ini, atau mungkin bahkan sudah bertahun-tahun. Aku juga jarang membaca. bukan hanya jarang, tapi juga sudah tidak begitu tertarik membaca. Tapi, tuntutan untuk banyak membaca begitu sering mendatangi. Hal ini membuatku repot juga kadang kala, untuk menyeimbangkan antara tuntutan dan keinginan. 

Mungkin juga karna lama sekali tidak membaca, dan tidak "membaca" otakku menjadi semakin aih sulitnya digunakan. Bahkan, untuk membaca satu materi aja harus berulang ulang baru bisa kupahami hahaha.Tapi ga apa lah, semoga baik bagi perkembangan karakterku nantinya. (loh?)

sudah seminggu lebih kerjaanku cuma membawa buku Metodologi Penelitian tapi hanya membawa saja, sampai buku itu lecek, materinya cuma sebaris yang kubaca. lucu ya. tapi ga bisa ketawa saking lucunya. Buku buku yang lain juga bernasib sama. Dibaca sedikit ditutup lagi. tapi anehnya, ya aku masih bisa dikatakan "wah, ari pintar sekali" sama professor ketika menyerahkan hasil tulis buat skripsi. jujur, asli, aku geli mendengar prof ngucapin itu, apalagi didepan teman teman pula, tapi bersyukur dan berucap amin ya Allah... 

semoga aku beneran jadi pinter seperti perkataan prof yang entah menyindir atau jujur mengungkapkan fikirannya. hahaha.. aku ga mau meneliti tentang ini karna bakal ga siap dengan hasil akhirnya

yang kutau, otakku sulit diajak kompromi untuk membaca. apalagi "membaca
dan anehnya, disaat tak kupaksa tak kuajak membaca atau "membaca" si otak malah "membaca" dan membaca apa aja yg ada dibuku atau diluar buku dengan sendirinya. konyol yang disyukuri aja harusnya. 

Malam ini, ditengah kerumitan membaca sambil "membaca" aku teringat perkataan ayahku ketika masih SD. Tingkatan membaca itu yaitu, membaca lalu berfikir "ini artinya apa." Kemudian membaca lalu mengetahui seluruhnya sehingga bisa membaca dengan cepat. kemudian membaca lalu sambil merevisi isi bacaan, ini seharusnya gak gini ini seharusnya begini dst. 

Nah, karna beberapa tahun lalu ayah sempat menyuruhku berhenti membaca karna kekhawatirannya terhadapku maka aku mengira sudah memang tidak perlu membaca lagi. Ternyata ayah hanya menyuruhku untuk praktek kerja dengan sedikit ilmu yg dititipkanNya. Sehingga, ketika disuruh membaca lagi setelah otakku lama tak bekerja dengan baik (oalah, gak ada kata kata yang lebih baik ri?) maka aku sedikit kewalahan menghadapi kebebalan otak ini.

Sampai lah tingkat kewalahan itu pada pemahaman tingkatan membaca itu masih ada lagi.
setelah sampai pada kemampuan membaca sambil merevisi isi bacaan didalam otak secara otomatis berdasar pengalaman dan pengetahuan dimasa lalu yang terekam di memori. Maka tingkatan membaca selanjutnya adalah menyatukan antara teori dan praktek yang harus ditemukan jalan tengahnya atau solusi bagi banyak pihak tanpa merugikan atau menyakiti

Dan, tetap menjaga kestabilan emosi diri dengan pemakaian emosi disetiap olah kata. How come?
*dududu, syalalala..        

Tidak hanya sampai disitu, kita juga harus mampu menuliskan kembali hasil 'olah fikir' yang biasanya masih berupa simbol-simbol, atau angka angka menjadi 'huruf-huruf' yang disebut sebagai susunan kata menjadi kalimat yang bisa dibaca dan dipahami manusia pada umumnya. Bagaimana? karna saya sendiri saja kesulitan menjadi manusia, konon lagi harus memberi pemahaman pada manusia apalagi jika manusia yang harus diberi pemahaman adalah manusia yang sudah lama menjadi manusia hehhe. saya harus make alat bantu apa kalo gitu supaya cepet? 

jawabannya mungkin begini: Harus pake bantuan visual audio dan ilmu akhirat!
 
Penyaringan Informasi
Sangat banyak Informasi yang bertebaran di masyarakat. Meskipun Informasi dan ilmu adalah dua hal yang berbeda dari segi transformasi kemuliaannya, tapi tidak banyak juga yang menyadari ini bila tak sering diingatkan bila tak ada yang menyadarkan.

Namun, siapa yang sudi menyadarkan jika diri sendiri tak ingin sadar diri. Sia-sia saja rasanya jika penyaringan Informasi sulit dilakukan diri pribadi karna Undang-Undang Indonesia takkan mungkin mengatur semua hal tentang Informasi hingga sedetail detailnya. Mengingat, Masyarakat kita bukan terdiri dari pakar dan ilmuan yang selalu perduli pada orang lain sebagaimana yang terjadi di Eropa dan negara sekitarnya. Kita sebut ini, Krisis Akhlak.

Lucu, kita tak punya UUD yang cukup baik tapi juga SDM tak ditingkatkan dengan super high quality control. Atau karna UUD yang tak cukup baik maka SDM kita semakin kacau. Ya, apapun kesimpulannya, saya tak sedang meneliti lebih jauh tentang UUD Penyaringan Informasi. Karna, lucu aja rasanya jika UU ITE harus beribu-ribu lembar. Siapa yang mampu menghafalnya? 

Bila Norma norma masyarakat telah terkikis, sama halnya terkikisnya sawah-sawah dan sungai-sungai menjadi bangunan pembatas jalan bagi angin semilir, maka, hati nurani yang perlu diaktifkan kembali. Karna peraturan tak tertulis akan lebih mudah ditaati ketimbang aturan tertulis. 

Untuk saat ini, hal yang bisa dilakukan demi menyaring informasi mungkin seperti ini:
A. Menutup Telinga dengan Earphone, mp3 ayat Quran.
B. Menutup mata dengan buku buku tebal yg mampu menambah kualitas diri.
C. Berteman dengan orang orang tertentu (meski sebenarnya tidak suka memilih teman)
D. Banyak membaca ayat kursi dan Al Baqarah. hahaha.

Ah, sudahlah.  Semoga tulisan konyol ini bermanfaat bagi umat. (wahhahahaha)